Langsung ke konten utama

Postingan

Tingkatan Penulis

Beberapa waktu lalu saya kebetulan membaca sebuah buku kecil dari novelis populer Amerika, Stephen King. Judulnya On Writing. Buku ini bukan karya fiksi, melainkan sebuah memoar sekaligus uraian tentang menulis. King menulisnya sebagai sebuah terapi, untuk menghadapi trauma. Sebelumnya, ia mengalami kecelakaan. Ia tertabrak oleh sebuah van ketika tengah berjalan-jalan di suatu sore.
Postingan terbaru

[Mini Review] Novel Karung Nyawa

Karung Nyawa adalah novel horor-misteri lokal yang digarap dengan apik oleh Haditha. Tak main-main dengan konsep lokal yang diusungnya, bahkan penamaan bab pun menggunakan ejaan hitungan Jawa.  Dialog-dialognya kental dengan bahasa Jawa logat sehari-hari, renyah, tapi juga langsung tembus ke masalah, jadi ngalir banget. 
Berikut ini adalah kesanku setelah membaca Karung Nyawa karya Haditha.

Kasta Komentar Pembaca Cerita Daring

Pada tulisan sebelumnya yang ditulis oleh Tutut Laraswati, sudah dijereng artikel tentang pembagian kasta pembaca. Nah, kali ini saya mau ngelanjutin tulisan Tutut dengan tipe-tipe komen pembaca. 
Seiring dengan berkembangnya teknologi, media kepenulisan daring semakin banyak. Sebut saja Wattpad, Storial, Webnovel, Figment, Penana, Bookslife, dan lain sebagainya. Lambat laun, kepopularan buku cetak semakin dikejar oleh buku-buku daring. Selain lebih praktis dan ramah lingkungan, media daring juga menjanjikan lahan untuk meraup rupiah dari tulisan kita. Media daring pun lebih longgar. Sebuah karya tulis bisa langsung aja nyelonong terbit, tanpa lewat pintu editor dan seleksi yang ketat. Ini yang membuat mutu tulisan daring lebih rendah. Karena saringannya jebol, maka banyak tulisan tampil bugil apa adanya. Jadi, jangan heran kalau menemukan tulisan yang (sorry to say) bikin mata sepet hanya dengan membaca paragraf pertama.
Sama seperti penulis luring, penulis daring pun punya fans yang b…

Cerita Eksentrik dan Angka 20

Bisakah sebuah cerita disampaikan tanpa sebuah alur, konflik, bahkan tokoh yang berstatus protagonis dan antagonis?

Raya dan Sabda

Raya Raya terdiam.
Dalam pekat hati yang mengambang, seakan tak percaya tetapi sangat nyata. Kepedihan tentu mengiris sampai inti sel paling dalam , mencacahnya menjadi kepingan yang lembut tak beraturan. Itulah bayangan Raya tentang hati Sabda.
“Sabarlah Sabda,” desah Raya menungkas lepas antara dilema.
Bayangan perempuan sunyi muncul dalam angan Raya, senyum dari masa remajanya mengendap dalam rasa yang pernah Raya simpan untuk Sabda. Hingga waktu memisahkan senyum itu dari hati Raya dan saat bersih desa membuat Raya merasakan letupan-letupan kecil dari hatinya. Perempuan sunyi dari masa remaja Raya.
Akhirnya Raya sering sekali bertandang ke rumah Sabda, mengajak senyum itu mengembang lebih lebar dalam tawa yang sunyi. Mengajari bahasa kata dan bahasa cinta untuk Sabda, semua telah disiapkan Raya dengan tanpa kegamangan beberapa tahun yang silam ketika ia harus pergi meninggalkan kampung halamannya, merantau menuntut ilmu. Hingga ibumenempatkan Raya pada pinggir tebing curam, memaksa me…

Kak, Bagaimana Caranya Membuat Cerita yang Bagus?

Sebagai sepuh di salah satu grup kepenulisan Wattpad (amit-amit, saya aja mau nangis mendekati usia kepala dua), saya terkadang ditanya hal-hal sesimpel: bagaimana cara membuat tokoh yang baik, bagaimana cara menghidupkan narasi, bagaimana cara mendeskripsikan latar, bagaimana cara membuat adegan yang berkesan, dan bagaimana cara membuat cerita yang bagus?
Bukannya sombong atau ingin meninggi, memang saya kebetulan pintar dan punya jalan kepenulisan tersendiri. Bagi saya, pertanyaan-pertanyaan tadi tidak perlu ditanyakan. Karena sebagai seorang penulis, hal itu sudah sepaket ketika ia menggerakkan pena/tuts keyboard dalam merangkai cerita. Ini sama seperti seorang chef yang tiba-tiba ditanya, gimana caranya buat makanan yang enak? Ya belajar!

Ahem.
Untuk saya, cerita yang bagus adalah cerita yang memiliki sekeping jiwa penulis dalam isinya. Entah itu sebagai opini, kepiawaiannya mengolah diksi, mereka karakter unik, atau adegan demi adegan hingga sampai ke puncak konflik. Cerita yang dis…

Kasta Pembaca

Berhubung target nulis saya sudah terpenuhi semalam, saya mau nulis sesuatu yang agak sedikit berfaedah. Iya, bener, selama ini tulisan-tulisan saya di blog, di platform, enggak semuanya berfaedah. Kalaupun ada yang udah diterbitin, berarti itu keberuntungan yang disengajakan Tuhan. Bleh! Oke, pembuka ini ngelantur bener. Haha
Jadi ceritanya topik tulisan ini sudah mau saya posting sejak pembicaraan personel DK dan alumni kekom beberapa bulan yang lalu, tapi berhubung saya orangnya sering omong doang, artikel itu baru terealisasi sekarang. Kami waktu itu sedang membahas tentang komentar pembaca tulisan kami di berbagai platform kepenulisan. Tipikal komentar pembaca kan macem-macem, ada yang kejam sekali kayak ibu tiri, ada yang mau ngekritik pedas tapi mancing dulu pake pertanyaan, ada yang manis banget kayak es krim. Dengan adanya keberagaman gaya komentar ini, kami memunculkan istilah baru dalam dunia pembacaan tulisan dengan istilah ‘Dedek Gemes’. Istilah umumnya Dede Gemes ini ad…