Langsung ke konten utama

Postingan

Gadis Kretek - Review

Sinopsis Gadis Kretek karya Ratih Kumala.
Pak Raja sekarat. Dalam menanti ajal, ia memanggil satu nama perempuan yang bukan istrinya; Jeng Yah. Tiga anaknya, pewaris Kretek Djagad Raja, dimakan gundah. Sang Ibu pun terbakar cemburu terlebih karena permintaan terakhir suaminya ingin bertemu Jeng Yah. Maka berpacu dengan malaikat maut, Lebas, Karim, dan Tegar, pergi ke pelosok Jawa untuk mencari Jeng Yah, sebelum ajal menjemput sang Ayah.
Perjalanan itu bagai napak tilas bisnis dan rahasia keluarga. Lebas, Karim dan Tegar bertemu dengan buruh bathil (pelinting) tua dan menguak asal-usul Kretek Djagad Raja hingga menjadi kretek nomor 1 di Indonesia. Lebih dari itu, ketiganya juga mengetahui kisah cinta ayah mereka dengan Jeng Yah, yang ternyata adalah pemilik Kretek Gadis, kretek lokal Kota M yang terkenal pada zamannya.
Apakah Lebas, Karim dan Tegar akhirnya berhasil menemukan Jeng Yah?
Gadis Kretek tidak sekadar bercerita tentang cinta dan pencarian jati diri para tokohnya. Dengan latar Ko…
Postingan terbaru

LITERASI MELAWAN KORUPSI

Pergike pasar sambil menari Jangan lupa membeli selada Ayokawan galakkan literasi Korupsi tiada, Indonesia jaya
Sebaitpantun itu mungkin bukan sesuatu yang wah untuk mengambarkan betapa Indonesia butuh melek aksara alias literasi, untuk menangkal korupsi dan menjadi negara yang jaya. Semua orang tentu akan merasa greregetan, bahkan kesal jika melihat ada orang yang melakukan korupsi. Korupsi bukan hanya menjalar di lingkup pejabat saja, bahkan lingkup masyarakat pada umumnya. Lalu apa hubungannya dengan literasi ?... Sanggupkah literasi melawan korupsi? Lalu apa itu definisi korupsi dan apa itu definisi literasi?
Korupsi atau rasuah (bahasa Latincorruptio dari kata kerja corrumpere yang bermakna busuk, rusak, menggoyahkan, memutarbalik, menyogok) adalah tindakan pejabat publik, baik politisi maupun pegawai negeri, serta pihak lain yang terlibat dalam tindakan itu yang secara tidak wajar dan tidak legal menyalahgunakan kepercayaan publik yang dikuasakan kepada mereka untuk mendapatkan keunt…

Orang-orang Proyek - Review

Orang-Orang Proyek Ahmad Tohari



Novel garapan Ahmad Tohari ini bisa dikategorikan sebagai novel hasil reformasi. Yang saya tahu, novel ini ditulis bulan Mei 2001, cetakan pertama dibuat di tahun 2002, empat tahun setelah runtuhnya feodalisme ORBA. Dibuka dengan obrolan antara Kabul, si tokoh utama, dengan Pak Tarya yang gemar memancing, Ahmad Tohari mengetengahkan cerita penuh intrik dan kebusukan pemerintah kala itu melalui objek sebuah pembangunan jembatan yang katanya hanya proyek akal-akalan menjelang pemilu. 
Kabul, yang memimpin proyek pembangunan jembatan tersebut, adalah seorang insinyur yang idealis. Dalam pelaksanaannya, pembangunan dikotori oleh praktik-praktik tidak sehat yang bertentangan dengan nilai yang dianutnya. Dimulai dengan tender proyek yang dimenangkan oleh anak pejabat kader partai penguasa, lalu dijual pada kontraktor tempatnya bekerja. Proyek itu terus dirongrong oleh pemegang kekuasaan. Dati tuntutan untuk menyelesaikan jembatan sebelum perayaan ulang tahun par…

Pria Berpayung Hitam

Saat hujan turun, keanehan itu terjadi.
Biasanya aku menunggu saat-saat tersebut di balik jendela yang berhadapan langsung dengan halaman depan. Menunggu, sambil menyesap secangkir kopi hangat dan membaca buku. Lantas menghentikan semua prosesi membosankan tersebut saat ia, melintas di depan rumah dengan pandangan menerawang entah kemana.

Ia seorang laki-laki. Wajahnya selalu nampak sedih. Tubuhnya tak pernah basah meski hujan mengguyurnya sederas apapun. Seolah ada payung gaib di atas kepalanya, atau cangkang tak kasat mata membungkus badannya. Jujur, aku tidak pernah tahu siapa nama dan darimana asalnya. Padahal seringkali aku bermimpi pernah bertemu dengannya, di suatu tempat, dengan rentetan gambar yang tidak jelas: gang sempit, tangan-tangan, jas hujan kuning, dan kursi roda.

Seringnya, laki-laki aneh itu akan berdiri di tengah jalan yang tak pernah ramai. Mendongak, seolah berkabung pada langit yang tak mau menyentuhnya. Banyak orang telah menegurnya, tapi setelah itu banyak pula…

PUISI “AKU INGIN” SAPARDI DJOKO DAMONO

PUISI “AKU INGIN” SAPARDI DJOKO DAMONO
AKU INGIN Karya: Sapardi Djoko Damono Aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu.
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada. (1989)
Salah satu puisi dari Sapardi Joko Damono dari manuskrip puisi “Hujan Bulan Juni” adalah puisi “Aku Ingin.” Puisi angkatan 66 ini cukup singkat dan bermakna namun bisakah kita menemukan kejanggalan dalam puisi ini? ---------- Aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.
Hujan adalah “masa depan” awan. Awan adalah “cikal bakal” hujan. Yang menjadikan awan tiada sebagai awan dan mengada sebagai hujan bukanlah hujan itu sendiri, melainkan variable-variabel lainnya, misalnya angin, gunung yang ditabrak awan sehingga awan tadi terberai menjadi hujan, perbedaan suhu, atau kuantitas uap air yang terkumpul …

TIPU-TIPU PENULIS MULA

"Tolong belikan dulu mama pulsa Simpati 50 ribu di nomor baru mama. 081219333344. Sekarang ya! Penting. Mama sekarang di rumah sakit. Nanti mama ganti uangnya."
"Ini Bapak, tolong belikan pulsa dua puluh ribu karena Bapak lagi ada masalah di kantor polisi. Jangan telepon/ sms, nanti Bapak yang telepon."

Kalau ada sms semacam di atas, kalian pasti sudah bisa nebak si pengirim sms niatnya mau apa. Kalau dulu sih, saya diamkan, tapi kalau lagi kesel saya jawab: "Makmu ndangak!"

Zaman sekarang apa pun bisa digunakan untuk cari duit. Lupakan halal dan haram sejenak, kita fokus duit dan bisnis. Menipu tidak lagi menjadi mata pencaharian para kriminal, tetapi juga pelaku bisnis. Lahannya pun bukan lagi yang umum, semisal MLM yang bisa merambah golongan apa pun; kere, kaya, sehat, sakit, berpendidikan, profesional, dan lain sebagainya. Dunia menulis pun yang peminatnya tidak terlalu banyak bisa menjadi objek tipu-tipu.
Beberapa waktu yang lalu saya dicurhati teman in…

Pulang Kampung Bersama Api Awan Asap (sebuah review)

Api Awan Asap adalah salah satu pemenang sayembara DKJ pada tahun 1998, menduduki posisi ketiga (tempat pertama dikuasai Saman). Mengingat kekisruhan dan segala camuh di Ibu Kota, rasanya menakjubkan sayembara ini masih bisa berlangsung—dan saya menemukan bukunya untuk mengenang.
1998 adalah tahun yang istimewa. Sebagai tahun kelahiran, tahun kampung saya dijajahi tangan-tangan ‘orang luar’, dan tahun bencana kabut asap pertama kali muncul di bumi Tambun Bungai.
Api Awan Asap bercerita tentang suku Dayak Banuaq dan kisah cinta segitiga antara Jue, Nori, dan Sakatn. Kedua konflik ini—seperti minyak dan air—terpisah walau berada dalam satu mangkok yang sama. Cerita bermula dari upacara Nori dan Sakatn. Setelah 20 tahun menunggu, saling tarik-ulur pernyataan cinta, dan akhirnya prosesi lamaran yang alot: akhirnya kedua sejoli itu memutuskan menikah dengan berbagai syarat.
Namun tiba-tiba, Pune—anak perempuan Nori—terjerembab dalam sebuah lobang yang dalam hingga sajen darah kerbau di tangan…