Langsung ke konten utama

Thor dan Manis Pahitnya Perjuangan di Wattpad


Halo Thor di sini—bukan! Siapa saya? Tidak penting. Yang penting pembahasan saya mengenai dunia jingga yang terkenal bin fenomenal. Siapa lagi kalau bukan Wattpad. Menurut akun Wattpad Indonesia (@Indonesia) diperkirakan jumlah penggunanya ada jutaan. Gak percaya, nih tengok pernyataannya:


Kau, kau bayangin sajalah, gimana rasanya berkubang dengan jutaan kepala dalam satu situs. Menyesakkan? Menyebalkan? Atau malah bikin ketombe di kepala makin bertambah?

Waktu pertama kali nyemplung di wattpad, saya langsung merasa minder dengan akun-akun yang pengikutnya (atau bahasa kerennya followers) mencapai ratusan ribu. Bahkan banyak buku yang bertebaran tertancap views sekian juta. Wow sekali. Saya takjub. Betapa besarnya massa yang bisa didapatkan di wattpad.

Tapi besarnya kuantitas tidak serta merta memajukan kualitas. Banyak buku yang—katakanlah jutaan views—tadi menyalahi aturan tata bahasa, tanda baca, dan tanda-tanda alam lainnya. Alias berantakan. Meski begitu, pembaca mereka tetap kelaparan, haus akan belaian kasih sayang tokoh fiktif maha sempurna milik penulis pujaannya.

Dan sebagai penulis (lumayan) serius yang mungkin tersasar, ada baiknya untuk tidak melakukan hal-hal ini di Wattpad. Atau Anda akan berakhir sakit hati.

1. Jangan komen panjang-panjang.

Lumrah adanya di wattpad komentar-komentar manis nan unyu. Biasanya pembaca akan memberi komentar, “Ih si A kyut banget sih, aw gemes!”, yang dibalas penulisnya, “Iyah! Andai A ini nyata, udah kukekep dalam lemari kaca, mwahahaha!” Sudah. Yang sedikit lebih serius mungkin begini bunyinya: “Mbak, penggunaan di-nya salah. Harusnya di sini, bukan disini.” Sudah.

Lebih panjang dari itu, tidak ditanggapi.
Misal:

Atau:

sampai tulisan ini dibuat belum dibalas sama sekali, hiks

Pokoknya jangan komen panjang-panjang. Selain menghabiskan energimu, yang punya cerita juga gak peduli. Persetan dia bilang butuh komen, saran, dan kritik segala macem. Pas kamu komen, paling banter cuma dijawab “terima kasih”. Setelah itu sudah. Kalian tidak jadi teman diskusi, tidak dekat, bahkan tidak saling belajar satu sama lain.

2. Jangan kaget kalau diserbu promo.

Promo di sini bukan promo penerbitan murah, atau biaya paket cetak lengkap seperti layout, kaver, dan ISBN. Promo di sini adalah sekumpulan anak-anak Wattpad, yang kalau promo bisa melebihi sales mesin cuci. Mereka bisa promo di wall, di private message, bahkan cerita kalian sendiri.






Rasanya kayak di-PHP SMS operator


Ini di private message

Ini yang parah, gak baca, gak kasih kesan-pesan. Langsung promo di kolom komentar cerita orang :(

Risih? Iya. Biasanya kalau sudah keterlaluan ada beberapa akun yang saya mute atau blokir. Biar tenang. Saran saya sih, kalau promosi itu harus tulus. Boleh saling bertukar cerita, asal kalian sudah saling kenal. Boleh promosi di komentar, seperti “Mampir juga di lapak saya yak” kalau kalian sudah saling berbalas-balas komentar.

Kalau tetiba dijatuhi bom promo gini, orang males. Yang ada jadi eneg.

3. Jangan kaget dipanggil Thor

Thor? Siapa sih Thor? Thor yang ini:

Kalau yang ini sih mau :*

Tapi Thor yang saya maksud bukan Thor berotot yang perutnya enak diajak main perosotan. Tapi Thor panggilan anak-anak wattpad kepada penulis.







Capture di ambil di lapak orang, tapi beginilah kira-kira, mayoritas pembaca memanggil penulisnya

Orang Indonesia itu senang banget yang namanya menyingkat sesuatu, seperti Dokter yang dipanggil “Dok, Dok”, atau Suster yang dipanggil “Sus, Sus.” (bukan berdasarkan pengalaman pribadi). Author pun, walhasil disingkat Thor. Padahal penulis punya nama, mereka punya panggilan. Kayak saya, bisa dipanggil Thiya, atau sayang (eh).

Bagi beberapa penulis ini bikin risih, asli. Tapi ada penulis masa bodo yang tetap lanjut berkarya tanpa memedulikan palu-palu di kolom komentarnya. Kalau yang begini harus disemangatin,

Semangat Thor!

4. Jangan kritik tulisan terkenal!

Ini serius! Saya lupa nyimpen capture­-nya, karena masa-masa itu saya cuma pengamat, sekaligus pelaku kalau lagi bosan. Jadi ceritanya ada seorang artis sinetron Indonesia, bilang punya akun Wattpad. Diserbulah lapak dia, dalam sehari sudah ada ribuan views dan ratusan vote. Itu baru sehari. Dan satu bab, merayakan penayangan perdana tersebut.

Klunya, doi pernah main sinetron GGS dan jadi lawan main Ali*ando

Turunlah puja-puji pembaca dan penulis Wattpad di kolom komentarnya. Dari yang mengatakan tokohnya bikin baper, suasananya dapet, sampai konfliknya bikin terharu (SYIT! PADAHAL BARU SATU BAB WOY!!). Saya penasaran kan, saya datangi lapak doi. Ini yang saya dapatkan:
Untung artis, coba kagak

Saya gatel pengen bantai, tapi berhubung itu akun asli artis. Saya mikirnya masih bisa hidup gak besok, jangan-jangan disantet muntah semen sama penggemarnya. Tapi saya bandel, saya kritik aja semua aspek dalam tulisannya tersebut. Lalu saya dibalas “Kalau nulis sesuai kaidah bahasa, ikut UN aja Kak.” (Wut? Padahal niat saya baik lho). Ada juga yang balas lebay, pokoknya bela idola banget deh.

Setelah itu saya insyaf, gak mau cari sensasi masalah lagi di lapak orang terkenal. Bikin notif penuh. Gak berfaedah. Toh, si artis ternyata tidak membalas komentar saya (dan ribuan puja-puji lainnya) di kolom komentar. Jadi kembali ke hukum pertama: jangan komen panjang-panjang. Sip!

5. Jangan terlalu ambil pusing di wattpad

Kunci bertahan hidup di dunia jingga ini (biar gak cepat ketombean dan stroke) adalah jangan mengambil hati semua tindak-tanduk dedek-dedek emesh di dalamnya. Mereka mau promo, biarkan! Hapus aja setelah mereka mengirim pesan promo. Kalau ada yang manggil Thor, biarin, atau nasehatin biar sadar. Kalau mereka menyerang kritikus yang kebetulan sensi ingin menilai tulisan seseorang, tonton saja. Paling kritikusnya nyengir, kamu juga ketawa-ketiwi liatin polah jenaka remaja labil.

Pokoknya, nikmati saja semua kejadian yang ada di Wattpad. Baik pahit maupun manisnya. Jangan terlalu serius. Jangan juga terlalu santai. Karena dengar-dengar, Wattpad sangat potensial dipakai untuk menjaring pembaca dan mengetes, apakah tulisanmu sudah bisa diterima khalayak ramai atau tidak (meski hal ini harus diteliti lebih lanjut lagi).


Jadi ...



Anyway, sekian pembahasan dari saya. Nantikan tulisan selanjutnya ya~~~ (kalau kuota masih banyak).

Komentar

  1. Wanjirrr, ngakak, Yul. Ngeri juga kalo ngepet. Untung aing cuma punya akunnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Main mbak, biar ngerasain suka dukanya :3
      Thx sudah mampir XD

      Hapus
  2. Wahaha miris dan sedih jadinya :( apalah arti keberadaanku di Wattpad selama ini~

    BalasHapus
    Balasan
    1. Justru Mbak adalah oase di tengah kegersangan genre fantasi di wattpad :'3
      Aw aw awww~~~

      Hapus
  3. The Ugly Truth. Tapi menurut saya, selain potensi Wattpad bagus untuk dijadikan tempat mengetes sebuah tulisan, Wattpad juga punya potensi untuk mencari jodoh, atau menjaring DDDDemesh lengah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, kalau ini sudah di luar jalur kepenulisan. Skip.
      Dirimu kalo dedek emesh selalu cepat yak XD

      Hapus
  4. Ini sih pas nahas aja. Gk semua org wattpad begitu. Kdg jg notif itu belum tentu diliat krn author mgkn sdg sibuk. Kl emg niat mo kasih krisar demi kebaikan author, bukan demi mejeng skill sndr d depan author, hrsny si author mo tanggapin kek gk kek, y peduli amat. Tinggal gk perlu baca n komen lagi kl dy belum tanggapi, simple. Aku jg gt ko. Dikacangin y sudah. Kl dy tiba2 dah lama baru tanya, y ttp kutanggapi sebisany.

    Dan promo itu, aku jg tanggapin2 aja kl emg lg sempet. Gk sempet yawda. Wattpad itu bukan tempat nulis atau ngetes pembaca, itu tempat ngetes dan tingkatin skill marketing. Wkwkwk.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maunya gitu sih mbak, dibalas gak dibalas kritiknya, oke sudah. Cuma akhir-akhir ini banyak yang ngomong di bawah tulisan "Mohon kritik dan sarannya ya", giliran dikasih, malah didiemin. Padahal niatnya, habis dikritik, dia kritik balik. Entah cuma balas jasa, atau balas dendam (eh). Biar saling belajar XD

      Tapi ya sudahlah, emang apes, wkwkwk.

      Setuju bagian skill marketing, harus kuat promo dan bikin tampilan depan (kaver, blurb, casting) semanis-manisnya.

      Thanks buat pemikirannya mbak, sangat mencerahkan hari XD

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pencuri Mimpi, Ahmad Tohari dan Mimpi-mimpi

Sebenarnya, liburan Natal kemarin, saya pengen ke Jogja. Alasannya sih deket dan saya engga ada rencana macem-macem selain minggat dari rumah. Kalau ada orang yang tanya, tempat spesifik mana yang pengen saya datengin, saya bakal jawab Goa Pindul. Alasannya, saya pengen main air. Alasan kedua, saya pengen lompat ke air.  Alasan ketiga, saya engga punya jawaban lain selain tempat itu. Tapi Jo—temen satu komunitas di Dimensi Kata—nyaranin kalau sebaiknya saya enggak pergi ke Goa Pindul pas liburan panjang soalnya bakal rame banget. Meminjam istilah Jo, ‘ramenya kayak cendol.’
Waktu itu awal Desember, jadi yang ada di pikiran saya waktu itu hanya Jogja. Dari pembicaraan para begundal di grup Dimensi Kata, akhirnya saya tahu rencana liburan mereka. Saya waktu itu iseng provokasi Jo buat main ke rumah Ahmad Tohari di Jatilawang. Iya, Ahmad Tohari ini penulis favoritnya Jo. Saya enggak nyangka, ajakan iseng diiyakan oleh Jo. Hari itu juga, saya suruh Jo untuk pesan tiket ke Purwokerto tan…

SABDA

Sabda


Sabda namaku. Gadis dengan lidah kelu. Sudah takdir setiap kata yang harusnya kuucap, kutarikan dengan gerak tangan yang gemulai, dengan sorot mata yang mengikuti setiap kata, mengeja sunyi pada pusaran waktu yang terasa panjang.
Sabda bermakna kata atau ucapan, nenek memberikannya pada hari.dimana seorang perempuan bernama Lastri berjuang. Meletakkan nyawa di atas altar takdir. Namun Tuhan menyayangi perempuan yang harusnya kupanggil ibu, dan mengundangnya pada jamuan makan malam. Mengandeng tangan Ibu mengajaknya menuju nirwana. Tangisku pun pecah ketika tak kutemukan setetes air susu pada sesap pertama. Lalu diam menjadi serenada panjang yang menemani usiaku.
Tak pernah kutahu bunyi hujan atau suara piring yang jatuh. Entah berdentum atau berdesing. Semua hanya sunyi yang bergerak. Suara nenekpun tak terdengar, aku hanya bisa membaca bibirnya yang bergerak. Kuikuti rimanya karena satu jawab saja  tak pernah bisa kulepas. Mengendap di hati dan tercekat di tenggorokan. Akulah …