-->

Selasa, 30 Januari 2018

author photo
bentar Dibaca

Halo Thor di sini—bukan! Siapa saya? Tidak penting. Yang penting pembahasan saya mengenai dunia jingga yang terkenal bin fenomenal. Siapa lagi kalau bukan Wattpad. Menurut akun Wattpad Indonesia (@Indonesia) diperkirakan jumlah penggunanya ada jutaan. Gak percaya, nih tengok pernyataannya:


Kau, kau bayangin sajalah, gimana rasanya berkubang dengan jutaan kepala dalam satu situs. Menyesakkan? Menyebalkan? Atau malah bikin ketombe di kepala makin bertambah?

Waktu pertama kali nyemplung di wattpad, saya langsung merasa minder dengan akun-akun yang pengikutnya (atau bahasa kerennya followers) mencapai ratusan ribu. Bahkan banyak buku yang bertebaran tertancap views sekian juta. Wow sekali. Saya takjub. Betapa besarnya massa yang bisa didapatkan di wattpad.

Tapi besarnya kuantitas tidak serta merta memajukan kualitas. Banyak buku yang—katakanlah jutaan views—tadi menyalahi aturan tata bahasa, tanda baca, dan tanda-tanda alam lainnya. Alias berantakan. Meski begitu, pembaca mereka tetap kelaparan, haus akan belaian kasih sayang tokoh fiktif maha sempurna milik penulis pujaannya.

Dan sebagai penulis (lumayan) serius yang mungkin tersasar, ada baiknya untuk tidak melakukan hal-hal ini di Wattpad. Atau Anda akan berakhir sakit hati.

1. Jangan komen panjang-panjang.

Lumrah adanya di wattpad komentar-komentar manis nan unyu. Biasanya pembaca akan memberi komentar, “Ih si A kyut banget sih, aw gemes!”, yang dibalas penulisnya, “Iyah! Andai A ini nyata, udah kukekep dalam lemari kaca, mwahahaha!” Sudah. Yang sedikit lebih serius mungkin begini bunyinya: “Mbak, penggunaan di-nya salah. Harusnya di sini, bukan disini.” Sudah.

Lebih panjang dari itu, tidak ditanggapi.
Misal:

Atau:

sampai tulisan ini dibuat belum dibalas sama sekali, hiks

Pokoknya jangan komen panjang-panjang. Selain menghabiskan energimu, yang punya cerita juga gak peduli. Persetan dia bilang butuh komen, saran, dan kritik segala macem. Pas kamu komen, paling banter cuma dijawab “terima kasih”. Setelah itu sudah. Kalian tidak jadi teman diskusi, tidak dekat, bahkan tidak saling belajar satu sama lain.

2. Jangan kaget kalau diserbu promo.

Promo di sini bukan promo penerbitan murah, atau biaya paket cetak lengkap seperti layout, kaver, dan ISBN. Promo di sini adalah sekumpulan anak-anak Wattpad, yang kalau promo bisa melebihi sales mesin cuci. Mereka bisa promo di wall, di private message, bahkan cerita kalian sendiri.






Rasanya kayak di-PHP SMS operator


Ini di private message

Ini yang parah, gak baca, gak kasih kesan-pesan. Langsung promo di kolom komentar cerita orang :(

Risih? Iya. Biasanya kalau sudah keterlaluan ada beberapa akun yang saya mute atau blokir. Biar tenang. Saran saya sih, kalau promosi itu harus tulus. Boleh saling bertukar cerita, asal kalian sudah saling kenal. Boleh promosi di komentar, seperti “Mampir juga di lapak saya yak” kalau kalian sudah saling berbalas-balas komentar.

Kalau tetiba dijatuhi bom promo gini, orang males. Yang ada jadi eneg.

3. Jangan kaget dipanggil Thor

Thor? Siapa sih Thor? Thor yang ini:

Kalau yang ini sih mau :*

Tapi Thor yang saya maksud bukan Thor berotot yang perutnya enak diajak main perosotan. Tapi Thor panggilan anak-anak wattpad kepada penulis.







Capture di ambil di lapak orang, tapi beginilah kira-kira, mayoritas pembaca memanggil penulisnya

Orang Indonesia itu senang banget yang namanya menyingkat sesuatu, seperti Dokter yang dipanggil “Dok, Dok”, atau Suster yang dipanggil “Sus, Sus.” (bukan berdasarkan pengalaman pribadi). Author pun, walhasil disingkat Thor. Padahal penulis punya nama, mereka punya panggilan. Kayak saya, bisa dipanggil Thiya, atau sayang (eh).

Bagi beberapa penulis ini bikin risih, asli. Tapi ada penulis masa bodo yang tetap lanjut berkarya tanpa memedulikan palu-palu di kolom komentarnya. Kalau yang begini harus disemangatin,

Semangat Thor!

4. Jangan kritik tulisan terkenal!

Ini serius! Saya lupa nyimpen capture­-nya, karena masa-masa itu saya cuma pengamat, sekaligus pelaku kalau lagi bosan. Jadi ceritanya ada seorang artis sinetron Indonesia, bilang punya akun Wattpad. Diserbulah lapak dia, dalam sehari sudah ada ribuan views dan ratusan vote. Itu baru sehari. Dan satu bab, merayakan penayangan perdana tersebut.

Klunya, doi pernah main sinetron GGS dan jadi lawan main Ali*ando

Turunlah puja-puji pembaca dan penulis Wattpad di kolom komentarnya. Dari yang mengatakan tokohnya bikin baper, suasananya dapet, sampai konfliknya bikin terharu (SYIT! PADAHAL BARU SATU BAB WOY!!). Saya penasaran kan, saya datangi lapak doi. Ini yang saya dapatkan:
Untung artis, coba kagak

Saya gatel pengen bantai, tapi berhubung itu akun asli artis. Saya mikirnya masih bisa hidup gak besok, jangan-jangan disantet muntah semen sama penggemarnya. Tapi saya bandel, saya kritik aja semua aspek dalam tulisannya tersebut. Lalu saya dibalas “Kalau nulis sesuai kaidah bahasa, ikut UN aja Kak.” (Wut? Padahal niat saya baik lho). Ada juga yang balas lebay, pokoknya bela idola banget deh.

Setelah itu saya insyaf, gak mau cari sensasi masalah lagi di lapak orang terkenal. Bikin notif penuh. Gak berfaedah. Toh, si artis ternyata tidak membalas komentar saya (dan ribuan puja-puji lainnya) di kolom komentar. Jadi kembali ke hukum pertama: jangan komen panjang-panjang. Sip!

5. Jangan terlalu ambil pusing di wattpad

Kunci bertahan hidup di dunia jingga ini (biar gak cepat ketombean dan stroke) adalah jangan mengambil hati semua tindak-tanduk dedek-dedek emesh di dalamnya. Mereka mau promo, biarkan! Hapus aja setelah mereka mengirim pesan promo. Kalau ada yang manggil Thor, biarin, atau nasehatin biar sadar. Kalau mereka menyerang kritikus yang kebetulan sensi ingin menilai tulisan seseorang, tonton saja. Paling kritikusnya nyengir, kamu juga ketawa-ketiwi liatin polah jenaka remaja labil.

Pokoknya, nikmati saja semua kejadian yang ada di Wattpad. Baik pahit maupun manisnya. Jangan terlalu serius. Jangan juga terlalu santai. Karena dengar-dengar, Wattpad sangat potensial dipakai untuk menjaring pembaca dan mengetes, apakah tulisanmu sudah bisa diterima khalayak ramai atau tidak (meski hal ini harus diteliti lebih lanjut lagi).


Jadi ...



Anyway, sekian pembahasan dari saya. Nantikan tulisan selanjutnya ya~~~ (kalau kuota masih banyak).

This post have 14 comments

avatar
Tutut Laraswati delete 30 Januari 2018 12.13

Wanjirrr, ngakak, Yul. Ngeri juga kalo ngepet. Untung aing cuma punya akunnya.

Reply
avatar
y delete 30 Januari 2018 14.32

Wahaha miris dan sedih jadinya :( apalah arti keberadaanku di Wattpad selama ini~

Reply
avatar
iznaen delete 30 Januari 2018 16.24

The Ugly Truth. Tapi menurut saya, selain potensi Wattpad bagus untuk dijadikan tempat mengetes sebuah tulisan, Wattpad juga punya potensi untuk mencari jodoh, atau menjaring DDDDemesh lengah.

Reply
avatar
Animon delete 30 Januari 2018 22.02

Ini sih pas nahas aja. Gk semua org wattpad begitu. Kdg jg notif itu belum tentu diliat krn author mgkn sdg sibuk. Kl emg niat mo kasih krisar demi kebaikan author, bukan demi mejeng skill sndr d depan author, hrsny si author mo tanggapin kek gk kek, y peduli amat. Tinggal gk perlu baca n komen lagi kl dy belum tanggapi, simple. Aku jg gt ko. Dikacangin y sudah. Kl dy tiba2 dah lama baru tanya, y ttp kutanggapi sebisany.

Dan promo itu, aku jg tanggapin2 aja kl emg lg sempet. Gk sempet yawda. Wattpad itu bukan tempat nulis atau ngetes pembaca, itu tempat ngetes dan tingkatin skill marketing. Wkwkwk.

Reply
avatar
Thiya Rahmah delete 31 Januari 2018 12.59

Main mbak, biar ngerasain suka dukanya :3
Thx sudah mampir XD

Reply
avatar
Thiya Rahmah delete 31 Januari 2018 13.01

Justru Mbak adalah oase di tengah kegersangan genre fantasi di wattpad :'3
Aw aw awww~~~

Reply
avatar
Thiya Rahmah delete 31 Januari 2018 13.02

Wah, kalau ini sudah di luar jalur kepenulisan. Skip.
Dirimu kalo dedek emesh selalu cepat yak XD

Reply
avatar
Thiya Rahmah delete 31 Januari 2018 13.07

Maunya gitu sih mbak, dibalas gak dibalas kritiknya, oke sudah. Cuma akhir-akhir ini banyak yang ngomong di bawah tulisan "Mohon kritik dan sarannya ya", giliran dikasih, malah didiemin. Padahal niatnya, habis dikritik, dia kritik balik. Entah cuma balas jasa, atau balas dendam (eh). Biar saling belajar XD

Tapi ya sudahlah, emang apes, wkwkwk.

Setuju bagian skill marketing, harus kuat promo dan bikin tampilan depan (kaver, blurb, casting) semanis-manisnya.

Thanks buat pemikirannya mbak, sangat mencerahkan hari XD

Reply
avatar
SHALL delete 25 April 2018 10.42

Wuih senpai super sekali. Wkwkwk, serius ya kak. Satu hal yang bikin aku gemes di wattpad itu karena tingkah dedek-dedek gemes kurang belaian apalagi yang sampai menjamah dunia kepenulisan karena sekadar tren biar hits. Belakangan ini malah beberapa genre—termasuk fanfict itu ramai digandrungi sama yang namanya ff NC atau No children. Mirisnya adalah yang menulis itu masih di bawah umur. Belum baligh. Masih perlu diyasinin. Masih butuh bimbingan. Sekali dikasih tahu, sifat denialnya keluar membabi buta. Nggak jarang yang main keroyokan. Miris.

Reply
avatar
Thiya Rahmah delete 25 April 2018 10.55

Nah, mereka ini sebenarnya belum siap/belum tahu esensi dari menulis itu sendiri seperti apa. Terbawa arus, sialnya mereka salah mendaki ombak, dan jatuh di kubangan yang tidak sehat. Kayak itu tadi, dedek emesh tapi nulis cerita setara orang dewasa yang sudah menikah. Apa jadinya? Jelas cerita mereka cuma ena-ena tanpa estetika. Ini jelas merusak citra wattpad dan penulis-penulis segenre di sana.

Masalah denial sih, hanya Tuhan yang bisa menyadarkannya. Apalagi nyari massa, wkwkwkwkw, drama banget itu dek XD
Moga mereka segera bertobat ya, kasihan, anak kecil kok mainannya nulis begituan. Gak keluar main lompat tali?

Terima kasih sudah mampir :*

Reply
avatar
K. Niam Ansori delete 19 Juni 2018 07.39

Kenapa nggak gini saja sayang... eh thiya...
Fokus nulisnya di dimensi kata saja. Digedein dimensi kata.
Andai kata mau coba whatpad atau media lain. Buat mancing kunjungan ke blog ini saja...
Sekadar pandangan sih..hehe

Reply
avatar
My finger is my monster delete 26 Mei 2019 21.01

Jujur aja, beberapa orang menganggap wattpad nggak lebih dari sekedar sosmed bertema kepenulisan.

Well, saya salah satu yg beranggapan begitu. Setidaknya sejauh ini mayoritas penghuni wattpad kaya gits.

Bukannya menyepelekan, lebih kepada kumpulan subjektifitas dari beberapa orang di sekitar saia. Tapi nggak bisa dipungkiri kalau wttpd juga memberi peluang untuk penulis agar tulisannya dapat dipublikasi.

Ambil contoh nellaneva. Iya nellaneva yang s3 microbiologi itu lho. Yang matanya bengep tiap abis ke lab.

Doi memang sudah punya basic menulis jauh sebelum gelar tikar di watty, tapi justru dari sana doi punya kesempatan untuk bikin cabang di gramed2 sekitar rumah kita.

Intinya adalah: saia gatau saia ngomong apa. Wkwkwk maap2 wink wink

Reply
avatar
iznaen delete 15 Juni 2019 20.16

Wewwew, fingermonstah ^^
.
Kalau saya pribadi wattpad itu bukan sosmed bertema kepenulisan. Saya pikir kalau developer wattpad pasti punya niat karena memang ingin membuat situs kepenulisan. Tapi dengan model platform yang beda, dan lebih kekinian (dulu-dulu kan belum banyak emang yang punya user interface se-wow wattpad -- atau bisa juga karena sayanya yang kurang referensi). Seenggaknya, kenapa wattpad semakin lama semakin mirip dengan sosmed, itu mungkin karena ulah user-nya sendiri.
.
Yang saya ingin tekankan di sini adalah user-nya. Di sana masih banyak yang tersyesyat, yang belia, yang meriang. Dirimu dan diriku bisa bersama dalam sebuah misi yang mulia, di mana kita sama-sama mengajak user-user yang meriang ini, yang belia, yang lengah, agar berjalan di atas jalan yang benar. Saya juga sebenarnya ragu dengan ide ini, tidak ada juga yang mewajibkan kita untuk melakukannya, dan yang berani memberikan bayaran juga tidak ada. Intinya:
.
"Jangan cintai aku apa adanya, biar yamaha semakin di depan."
SEKIAN

Reply
avatar
Pingin delete 3 September 2019 15.50


Jika membahas situs Oren (bukan yang kuning kuning ditepian sungai) //loh

Awal mula setelah bosan dari situs biru, aku mencari dan mendapatkan situs hijau walau tidak berapa lama setelah di iming-imingi seseorang untuk mencoba situs Oren

Sebenarnya tidak ad bedanya.

Kau akan terkenal bila berkenalan dengan seseorang, tetapi untuk yang anti sosial kesulitan bisa dirasakan

Toh kita sama2 menulis seharusnya tidak ada perbandingan. Kenapa berkata demikian?

dahulu ada tulisannya sangat bagus dan dia ahli dalam sastra, cuman karena suatu hal yaitu gak ad teman yang begitu familiar di situs yang katanya bisa mencapai jutaan viewer

Dia akhirnya pada pertengahan cerita, terburu2 mengakhirinya karena bosan.

Beda dengan yang tulisan semerawut tapi masih ada yang memberi komentar hingga sanggup jutaan viewer.

Lantas perjuangan siapa yang terabaikan.

Mungkin dia belum mempunyai kenalan atau memang tidak mampu berkenalan akan berakhir sendirian. Terbuai kegelapan abadi tak berujung dan sedikit mencicipi jerih payahnya hanya dimusiumkan, berharap ada yang membaca walaupun diri sendiri.

Berbeda dengan yang memiliki kepopuleran dalam dirinya, hingga cahaya dari ufuk timur melenyapkan kegelapan dalam dirinya dan mendekatkan lebih jauh kepada kenalanya.

Hanya ada solusi untuk mengatasi kesendirian

Pilihan yang mendominasi ialah jadi komentator disertai saran saran yang berkualitas atau komentator langsung intinya.
komentator langsung intinya
hanya untuk pemula. Misalnya ceritanya bagus , apik (nyatanya belum memahami maknanya)

Jadi menulis di situs manapun tidak ada bedanya dengan menulis di secarik kertas , jika ada yang kebetulan lihat akan dibaca dan dibuang kalo bosan.

Kalo menjadi komentator, biasanya yang dicari ialah yang pemula bukan yang pro dengan saran2. Biasanya yang melakukan itu hanya penulis yang cukup banyak kenalan.

Mengapa demikian?
Sudah jelas yang pro rada menakutkan bagi yang bermental lemah atau orang tua yang mudah jantungan. Bagi pemula ataupun yang memang berkeinginan terkenal sejak awal.

Beda dengan yang sangat menginginkan komentator yang pro, karena mereka akan membuat ceritanya makin baik . Walaupun itu tidak menghilangkan kenalannya yang terus membaca cerita nya hingga view jutaan.

Apa yang harus dilakukan?
Apakah jadi penulis dan komentator itu salah?

Membahas ini tidak akan habis hingga kau menikmati rasa laut terus menerus dan mengambang di atasnya.

Solusi ialah sabar dan tetap berusaha jika ingin menggapai sesuatu. Berhenti setengah-tengah tidak akan menyelesaikan masalah

Garis bawahi untuk tetap berusaha jika ingin menggapai sesuatu.

Hanya berlaku bila dikau ingin ber chat ria dengan orang yang tidak dikenal , walaupun komunikasi buruk tetaplah mencoba berchat ria

Semua tidak ada bedanya dengan mencari teman bicara.

Ok sekian

Gimana komen yang gak jelas ini


Udah sangat panjang kah :v


Kabooorrrrr

Reply


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post