Saduran: How to Outline Your Novel in 5 Steps : Master Novel Template




Apakah outline itu?
Outline dalam novel adalah konsep yang berisi rancangan struktur, plot, karakter, babak, setting dan unsur-unsur intrinsik novel kalian.

Outline dapat berupa apa saja mulai dari dokumen tertulis satu halaman hingga peta pikiran visual komprehensif (perhan liahat film detektif yang menghubungkan antar peristiwa dengan benang merah? kira-kira seperti itu. Setiap peristiwa harus berupa kalimat tunggal dan pendek.

Pro dan Kontra.
Beberapa penulis merasa nyaman dengan adanya outline yang terperinci, khususnya penulis mula yang mulai membuat novel. Namun, ada juga yang merasa bahwa membuat outline mengurangi kesenangan jika ada ide baru munculk di tengah-tengah jalan.

Di dunia sastra, novelis yang menggunakan garis besar disebut sebagai "ploters", contohnya Ernest Heminway dan J.K. Rowling. Sedangkan mereka yang tidak menggunakan outline disebut "pantsers" (idiom bahasa inggris fly by the seat of one's pants, yg berarti pilot yang menerbangkan pesawatnya dengan mengandalkan insting, pengamatan), contohnya Margaret Atwood dan Stephen King.

Manfaat membuat outline.

  • Membantu memvisualisasikan gambaran besar novel.
  • Menjaga cerita di jalurnya.
  • menjadi jembatan antar adegan
  • Mengunci karakter tiap tokoh yang disajikan.
  • Memandu penulis ketika menghadapi writers block.
  • Mencegah plot hole.
Kelemahan dari membuat garis besar:

  • Memungkinkan narasi jadi kaku
  • Jika tidak fleksibel, akan terasa tulisan kita terformulasi. 
  • Memungkinkan lebih banyak show daripada tell.
  • Karakter akan terlihat membuat keputusan-keputusan yang tidak alami, karen atuntutan plot.
Namun, balik lagi. Semua penulis setuju tidak ada cara yang paling benar untuk menulis novel. Tergantung, kalian nyaman dengan cara plotters atau pantster?.

Bagaimana membuat ouline cerita?

1. Bikin Premis.
Ini adalah ide yang mendasari cerita kalian. Cara yang baik untuk menemukan premis adalah dengan bertanya pada diri sendiri, "Apa yang akan terjadi jika ...?" Misalnya: Apa yang akan terjadi jika seorang pemuda yang selamat dari kecelakaan kapal menghabiskan waktu berbulan-bulan di sekoci dengan seekor harimau Bengal yang besar? (Life of Pi, 2001) Atau: Apa yang akan terjadi jika empat orang asing bertemu di sebuah vila Italia selama Perang Dunia II? (The English Patient, 1992).

Selanjutnya, coba jawab beberapa pertanyaan kunci untuk membantu mengembangkan premis dan menghasilkan ide-ide baru. Semisal,
Siapa protagonis utama?
Bagaimana situasinya?
Bagaimana protagonis akan berubah dari awal novel hingga akhir?
Apa tujuan dan keinginannya?
Bagaimana dia mendapatkan/ gagal mendapatkan apa yang diinginkan?
Apakah ada kekuatan lawan yang menghentikan protagonis dari mencapai tujuan ini?
Apa saja konflik sentral dari novel?
Bagaimana dengan tema sentral — apa yang ingin kalian katakan?
Setelah menjawaban pertanyaan-pertanyaan ini, tulis ringkasan novel satu paragraf.

2. Tentukan setting
Setting sama pentingnya dengan karakter. Pembaca perlu merasakan "di mana" kejadian-kejadian terjadi, seperti "mengapa" hal tersebut terjadi. Setting Kenali setting yang diperlukan dan lakukan riset mendalam. Semisal, jika menulis fiksi di dunia nyata dengan setting sekolah asrama dan periode waktu yang spesifik. Lakukan riset, temukan sebanyak mungkin informasi lisan maupun visual tempat tersebut pada waktu yang sesuai. Bagaimana segala sesuatu terlihat pada waktu itu, aroma, suasana, dll.

3. Karakter.
Tulis prole karakter yang dipakai, visualisasikan mereka. Berpura-puralah sedang memperkenalkan mereka pada orang lain, apa yang akan kamu ceritakan? Serinci apa? Apa ada hal yang perlu dirahasiakan? Jika iya, mengapa?

Bayangkan pula perjalanan kehidupan setiap karakter dalam novelmu. Dimulai dari mana? Mengapa? Bagaimana perjalana itu akan berakhir? eka akan mulai, dan di mana mereka akan berakhir? Siapa yang akan menjadi pusat plot novel, dan siapa yang hanya akan berfungsi sebagai warna dan latar belakang? Tentukan siapa yang jadi pusat cerita dan karakter yang mendukungnya.

Kembangkan "back stories" masing-masing karakter. Pikirkan momen yang tepat untuk memasukkan mereka di dalam cerita. Elemen apa yang membentuk kepribadian dan perkembangan mereka?
Apakah mereka punya masalah yang tida terselesaikan yang penting dalam plot cerita?

Cara yang popular untuk mengenali karakter tokohmu adalah dengan Q&A. Ajukan beberapa pertanyan yang tertuju dan minta karakter kalian seolah-olah menjawabnya dengan gaya dan kalimatnya sendiri.

4. Membangun Plot
Tuliskan semua yang terjadi/ peristiwa penting dalam novelmu pada sebuah rentang waktu. Siapa yang terlibat, kapan, di mana, apa yang mereka lakukan? Apakah kejadian tersebut berpengatuh pada kejadian lain dan bisa digunakan untuk membangun sub-plot?

Permulaan novel yang memukau.

Di awal, novel harus mencapai banyak hal; memperkenalkan antagonis, protagonis, dan dimensi cerita. Semua harus dilakukan dengan baik agar menarik minat pembaca. Prolog yang efisien kuncinya.

Bagian tengah yang melelahkan.

Seringkali di bagian tengah tulisan, ketegangan menguap tiba-tiba. Ini sering terjadi jika penulis tidak tahu akhir dari cerita yang dibuat. Membuat plot penting, dengan plot ini kita tahu fokus tujuan karakter cerita kita. Tuliskah dengan kalimat pendek sebanyak yang diperlukan untuk menggambarkan jalur tokoh menuju klimaks. Memang tidak sempurna, tetapi toh kita bisa mengubahnya nanti.

Bagian akhir yang penuh misteri.

Jika dirasa membayangkan akhir dari cerita kita sulit, cobalah kembali ke satu-satunya pertanyaan dramatis yang misterius. Misal; apakah Ahab menangkap paus? Maka akhir dari novel kalian adalah saat ia melakukannya.

5. Tulisan Adegannya.
Setelah plot beres, kalian akan punya gagasan yang lebih baik tentang adegan apa dan ditempatkan di mana. Tulis dan pecah adegan sebanyak mungkin (siapa, apa, di mana, bagaimana) dan tempatkan pada plot yang sudah ada. Sisipkan dialog bila memang perlu. Dengan ini kalian siap menulis konsep pertama tanpa takut kehilangan jejak karena waktu menulis yang terputus-putus. Saat menulis, perhatikan kesenjangan logika. Usahakan selalu merujuk pada garis besar, sesuaikan alur cerita.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama