-->

Rabu, 01 April 2020

author photo
bentar Dibaca
Tempo hari, saya sempat mengikuti kulwap yang dibimbing oleh salah satu penulis Wattpadd, Shireishou. Tulisannya yang sudah diterbitkan antara lain, Fake Love oleh Elex Media Komputindo dan Obsessive Love oleh Gramedia.

Tema kulwapnya adalah tips untuk membuat premis, plot, dan alur pada sebuah cerita. Kuy, langsung aja ke topiknya.

Premis


Meski serupa, premis, plot, dan alur adalah sesuatu yang berbeda.

Premis itu sendiri menurut KBBI adalah sebuah dasar pemikiran, asumsi, dan kalimat yang dijadikan dasar penarikan kesimpulan. Singkatnya, premis adalah kalimat yang menjadi kesimpulan dari keseluruhan cerita.

Misalnya, untuk film Invisible Man, premisnya adalah perjuangan Cecilia untuk lepas dari cengkraman kekasihnya ((yang ganteng itu)), si Adrian yang jahat. Endingnya Adrian mati dibunuh oleh Cecilia namun dibuat seolah bunuh diri.

Premis mengandung tiga unsur, yakni tokoh utama, konflik, dan resolusi dari cerita tersebut. Premis penting banget buat jadi pagar dari cerita kita, supaya punya inti cerita yang jelas dan jadinya gak ngalor ngidul.

Pada umumnya, novel yang gak punya premis yang kuat akan gagal menyampaikan inti cerita pada pembaca nya. Contoh yang punya premis yang kuat adalah Harry Potter. Nah, kisah ini emang lama banget dan berjilid-jilid. Akan tetapi, begitu dengar kata Harry Potter, inti dari buku 1 sampai 7 nya ya tentang pertempuran tokoh utama dengan Voldemort. Namun, dihiasi dengan banyak konflik-konflik kecil untuk menuju ke pertempuran finalnya di akhir buku.

Next

Plot

Definisi harfiahnya, plot adalah rangkaian peristiwa yang menggerakkan sebuah cerita. Rangkaian peristiwa ini memiliki hubungan sebab akibat. Misalnya, ((masih tentang Invisible Man)) Cecilia kabur dari rumah karena Adrian punya tabiat yang kasar dan suka memukul.

Beda dikit lah sama alur yang definisinya adalah urutan peristiwa berdasarkan waktu. Jadi di dalam alur, belum tentu ada plot (rangkaian peristiwa yang punya hubungan sebab akibat). Misalnya, Cecilia kabur saat Adrian memakai kolor hijau. Urutan kejadiannya berurutan tanpa ada hubungan sebab akibat.

Ini aku lampirkan contoh plot yang dibuat oleh mbak Shireishou di kulwapnya.

PLOT

a. Tahap pengenalan situasi dan tokoh cerita.
Cewek SMU kelas 3 begadang nonton piala dunia

b. Tahap persiapan bakar konflik.
- bangun kesiangan
- mau ke sekolah motor dia mogok
- Diajak gebetan naik motor bareng ke sekolah

c. Tahap ngipasin konflik di mana konflik akan semakin membesar.
- Karena gugup dan nggak pake helm, kacamata minus 7 malah lepas dan jatuh pecah
- sampai sekolah kena hukuman krn udah telat

d. Tahap tokoh mencapai titik intensitas puncak. Paling greget
- kena hukuman bersihin WC, si cewek kan ga bisa liat
- lakinya yang gantiin bersihin semua
- kegep gurunya, malah ditambah hukumannya

e. Tahap penyelesaian
- Menyadari naik motor tanpa helm berbahaya dan jangan begadang kalau ga bisa bangun pagi
Mereka saling support dan makin akrab

Kesimpulannya Plot :
Peristiwa A -> B -> C -> D .... -> end

B Terjadi disebabkan A.

C terjadi karena B

D terjadi akibat C.


Tips membuat plot dari mbak Shireishou.

1. Gunakan bahasa yang santai, agar penulisan pot menjadi lebih mudah.

2. Menggunakan buku tulis saat sedang menuliskan plot, agar bisa lebih sistematis dan lebih mudah saat menyusun alur waktunya.

3. Endapkan plot lalu kemudian revisi setelah seminggu. Biasanya, setelah memberi jeda beberapa hari, kita menjadi lebih mudah untuk menemukan logika yang salah saat pembuatan plot dan alur.

Yah, sekian pelajaran yang saya dapat selama kulwap. Intinya adalah, pembuatan kerangka cerita sangatlah penting. Selain sebagai pedoman, juga berfungsi sebagai pagar agar cerita tidak meluber seperti sinetron Tukang Bubur di televisi.

This post have 0 comments


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post